Apr 16, 2015

Subject, Verb Agreement

PENGERTIAN SUBJECT-VERB AGREEMENT

Subject-verb agreement adalah persesuaian antara verb (kata kerja) dengan subject kalimat dalam hal number, yaitu: singular (tunggal) atau plural (jamak). Subjek dapat berupa noun (kata benda), pronoun (kata ganti), atau konstruksi lain yang berakting sebagai noun, seperti gerund dan infinitive. Pada dasarnya, singular subject (subjek tunggal) menggunakan singular verb (kata kerja tunggal), sedangkan plural subject (subjek jamak) menggunakan plural verb (kata kerja jamak).


SUBJECT-VERB AGREEMENT (UMUM)

Secara umum pada bentuk present tense, singular verb berupa base form (bentuk dasar) dari verbdengan ditambahkan ending (akhiran) -s. Adapun pada plural verb tanpa ditambahkan ending -s (sebaliknya, plural subject ditambahkan ending -s). Aturan kata kerja ini berlaku pula pada subjek berupathird person (orang ketiga, contoh: Ricky, Anna) dan semua personal pronoun (they, we= jamak; he, she, it= tunggal), kecuali I dan you. Walaupun berupa subjek tunggal I dan you dipasangkan dengan kata kerja bentuk jamak (tidak termasuk verb “be” (was, am) pada “I”).

Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement [subject= bold; verb= italic]:




Namun jika ada helping verb, maka helping verb-nya yang berubah sedangkan main verb dalam bentuk dasar (base form verb). Pilihan helping verb dalam bentuk tunggal-jamak-nya adalah is-are, does-do, dan has-have. Khusus untuk has-have, agreement tidak berlaku jika kata tersebut merupakan second helping verb atau digunakan dibelakang helping verb lainnya.

Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement [subject= bold; verb= italic; helping verb= underline]:




Sedangkan pada past tense, tidak ada perbedaan bentuk kata kerja dalam hal number (tunggal atau jamak)  jika tidak ada helping verb, yaitu: was-were.

Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement [subject= bold; helping verb= underline]:



PERMASALAHAN PADA SUBJECT-VERB AGREEMENT

Subject-verb agreement menjadi membingungkan ketika  dihadapkan pada persoalan seperti: subjek berupa collective noun, compound subject, plural form dengan makna singular, dan indefinite pronoun. Selain itu, ada pula phrase atau clause yang menyela subjek dan kata kerja sehingga cukup dapat membingungkan didalam penentuan agreement-nya.

Berikut penjelasan dan beberapa contoh subject-verb agreement. [Subject= bold; verb, linking= italic; helping verb= underline]





Soal dan Jawaban:

Septina and I … baking sponge cakes at this time yesterday.
Answer: "Were : Dua atau lebih subjek yang dihubungkan dengan AND menggunakan plural verb."

Whether to buy or rent a house … an important financial question.
Answer: "Is : Dua atau lebih singular subjek dihubungkan dengan OR menggunakan singular verb."

Tika or her co-workers sleep at work.
Answer: "Does : Verb disesuaikan dengan compound subjek (menggunakan OR) yang terdekat posisinya dengannya, apakah singular atau plural."

Physics … been my favorite subject since I was 15 years old.
Answer: "Has : Cabang keilmuan dengan ending -ics bermakna singular sehingga diikuti singular verb."

Mumps usually … through saliva.
Answer: "Spreads : Nama penyakit dengan ending -s seperti measles atau mumps bermakna singular sehingga menggunakan singular verb."

My shears … sharp enough.
Answer: "Aren’t:  Subject berupa benda dengan dua bagian pada satu kesatuan membutuhkan plural verb."

Eighty percentage of his furniture … old.
Answer : "Is : Noun setelah “… percentage of” (fractional expression) menentukan apakah diikuti oleh singular atau plural verb."

There … many ways to say “thank you”.
Answer: "Are : There bukan subject. Subject muncul seteah verb to be, yaitu: ways. Verb to be disesuaikan dengan subject, apakah singular atau plural."

One of her cats … like tuna.
Answer: "Doesn’t : Verb disesuaikan dengan subject (one), bukan prepositional phrase diantaranya."

The central office manager, along with his two assistant, … left the room.
Answer : "Has :  “along with” digunakan bersama subjek tanpa menambah jumlah."


Referensi :

Apr 14, 2015

Verb Phrase and Tenses

PENGERTIAN VERB PHRASE


Verb phrase berdasarkan traditional grammar adalah kelompok kata berupa main verb dan auxiliary verb-nya, sedangkan berdasarkan generative grammar adalah predicate — main verb beserta seluruh elemen yang melengkapinya: auxiliary verb, complement, dan/atau modifier, kecuali subjek kalimat.




Keterangan:

Complement (objek kalimat)  dibutuhkan jika kata kerja utama berupa transitive verb.
Modifier dapat berupa adjective, adverb, atau konstruksi lain yang berfungsi seperti salah satu dari part of speech tersebut.

Verb Phrase: Traditional vs Generative Grammar





Keterangan:

Complement (objek kalimat)  dibutuhkan jika kata kerja utama berupa transitive verb.
Modifier dapat berupa adjective, adverb, atau konstruksi lain yang berfungsi seperti salah satu dari part of speech tersebut.


Verb Phrase: Traditional vs Generative Grammar




LEBIH BANYAK CONTOH VERB PHRASE

Contoh-contoh verb phrase berikut berdasarkan  traditional grammar.

Keterangan: Verb phrase = bold.







Contoh soal Verb Phrase dan Jawabannya

1. Tika and I are going to visit our college friend tomorrow. (Are going to visit)
2. I have not met him yet. (Have met) Nb: not (adverb) bukan bagian verb phrase
3. He won’t have been sleeping long when you pick him up. (Will have been sleeping)
4. She is walking down the hill now. (Is walking) Nb: verb phrase berupa present continuous tense (auxiliary verb “be” + present participle)
5. You should often clean your cats’ bowl. (Should clean). Nb: often (adverb of frequency) bukan bagian dari verb phrase
6. Julia doesn’t hate working on saturdays. (Does hate) Nb: working (gerund) bukan bagian dari verb phrase


PENGERTIAN TENSES


Tenses adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan waktu (sekarang, masa depan, atau masa lalu) terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa. Di Indonesia dikenal 16 macam tensesbahasa Inggris.

MACAM-MACAM, PENGGUNAAN, RUMUS DAN CONTOH KALIMAT TENSES
Berikut macam-macam, penggunaan, rumus dan contoh 16 macam tenses bahasa Inggris














Catatan:

Rumus pada tabel di atas merupakan rumus umum. Beberapa tense seperti simple present tense dan simple future tense memiliki opsi rumus lain yang dijelaskan lebih detail di halaman masing-masing.

Soal simple present tenses dan jawabannya

1. Does your child … to eat all the time?
Answer: "Want : Kata kerja yang digunakan pada interrogative sentence simple present tense merupakan bare infinitive (bentuk dasar verb)."

2. I do … the funeral.
Answer: Attend :  "Auxiliary verb “do” diikuti bare infinitive."

3. The black and white cat … a long tail. Answer: "Has : Subjek kalimatnya “black and white cat” (kucing belang hitam-putih ~ singular subject), maka diikuti singular verb." Suzy and I … tall and skinny.
Answer: Are : “Suzy and I” merupakan plural subject, maka diikuti plural verb."

4. It … most of the time.
Answer: Happens : “It” merupakan singular subject, maka diikuti singular verb."



Referensi :

Subject, Verb, Complement and Modifier

SUBJECT

The Subject is the agent of the sentence in the active Voice. Subject is the person or thing that does the action of the sentence, and subject normally precedes the verb.
Note: Every sentence in English must have a Subject
e.g.

Coffee is delicious
Milk contains calcium

The subject may be a noun phrase. A noun phrase is a group of words ending with a noun. (it CANNOT begin with a preposition).
e.g.

The book is on the table
That new red car is John’s

In some sentences there is not a true subject. However it and there can often act as pseudo-subjects and should be considered as subjects.
e.g.

It is a nice day today
There was a fire in that building last month


VERB

The Verb follows the subject, it generally shows the action of the sentence.
Note: Every sentence must have a verb
e.g.

John drives too fast.
They hate spinach.

The verb may be a verb phrase. A verb Phrase consists of one or more auxiliaries and one main
verb. The auxiliaries always precede the main verb.
e.g.

John is going to Miami tomorrow (auxiliary is; main verb going)
Jane has been reading that book (auxiliary has, been; main verb reading)


COMPLEMENT

A complement completes the verb. It is similar to the subject because it is usually a noun or noun phrase, However, it generally follows the verb when the sentence is in the active voice.
Note : Every sentence does not require a complement. The complement CANNOT begin with a preposition.
e.g.

He was smoking a cigarette
John bought a cake yesterday


MODIFIER

Modifier tells the time, place or manner of the action. Very often it is a prepositional Phrase. Prepositional Phrase is a group of words that begins with a preposition and ends with a noun.
Note: A modifier of time usually comes last if more than one modifier is present.
e.g.

of prepositional phrase.
in the morning, at the university, on the table

A modifier can also be an adverb or an adverbial phrase: Last night, hurriedly, next year, outdoors, yesterday
e.g.

John bought a book at the bookstore (modifier of place)
Jill was swimming in the pool yesterday (modifier of place and modifier of time)

Note :
The modifier normally follows the complement, but not always. However, the modifier, especially when it is a prepositional phrase, usually cannot separate the verb and the complement.
e.g.

She drove the car on the street (verb and complement)


Exercise.

Identify the subject, verb, complement and modifier in each of the following sentence. Remember that not every sentence has a complement or modifier.


Example: 
Jill / is buying / a new hat / in the store
(subject) (verb phrase) (complement) (modifier of place)

1. George is cooking dinner tonight
2. Henry and Marcia have visited the president
3. We eat lunch in this restaurant today
4. Pat should have bought gasoline yesterday
5. Trees grow
6. It was raining at seven o’clock this morning
7. She opened her book
8. Harry is washing dishes right now
9. She opened her book
10. Paul, William, and Marry were watching television a few minutes ago.

Answer:
1. George/ is cooking/ dinner /tonight
(subject) (verb phrase) (complement) (modifier of time)
2. Henry and Marcia/ have visited/ the president
(subject) (verb phrase) (complement)
3. We /eat/ lunch /in this restaurant /today
(subject) (verb phrase) (complement) (modifier of place)(modifier of time)
4. Pat /should have bought /gasoline /yesterday
(subject) (verb phrase) (complement) (modifier of time)
5. Trees /grows
(subject) (verb phrase)
6. It/ was raining /at seven o’clock this morning
(subject) (verb phrase) (modifier of time)
7. She /opened /her book
(subject) (verb phrase) (complement)
8. Harry /is washing /dishes /right now
(subject) (verb phrase) (complement) (modifier of time)
9. She /opened /her book
(subject) (verb phrase) (complement)
10. Paul, William, and Marry/ were watching /television /a few minutes ago
(subject) (verb phrase) (complement) (modifier of time)


Referensi :


Jan 7, 2015

KARANGAN

Karangan adalah penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topik atau pokok bahasan. Setiap Karangan yang ideal pada prinsipnya merupakan uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea (Lamuddin Finoza, 2009:234). Senada dengan pendapat di atas, E. Kosasih (2003:26), menjelaskan bahwa Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
Pendapat lain dinyatakan Widyamartajaya (1979:9) mengatakan bahwa Karangan itu merupakan ungkapan jiwa manusia yang hendak disampaikan kepada orang lain dan terjadi suatu proses berfikir. Kegiatan mengarang dapat terjadi karena ada maksud atau tujuan dari pengarang dengan melalui tahapan dalam pembuatannya.

Poerwordarmita (1984:445), mengungkapkan bahwa Karangan merupakan uraian tentang sesuatu hasil, dengan demikian pengertian Karangan atau tulisan dapat kita batasi sebagai rangkaian kalimat yang logis, padu, sistematis, yang berisi pengalaman, pikiran atau pelukisan tentang objek suatu peristiwa atau masalah.

Macam-macam karangan :

1. Narasi adalah penceritaan suatu kejadian secara runtut sesuai urutan waktu(kronologis) yang berupa fakta atau fiksi.

2. Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.

3. Deskripsi adalah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri.

4. Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk[rujukan?] pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.

5. Persuasi adalah bentuk karangan yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang, baik pembaca maupun pendengar agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis. Salah satu bentuk paragraf persuasi yang dikenal secara umum adalah propaganda yang dilakukan berbagai badan, lembaga, atau perorangan.

Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah suatu karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis, berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah.

Ciri-ciri karya ilmiah :

1. Objektif.
2. Netral
3. Sistematis
4. Logis
5. Menyajikan fakta (bukan emosi / perasaan)
6. Tidak Pleonastis
7. Bahasa yang digunakan ragam formal

Karya Non Ilmiah

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri karya non-ilmiah :

1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
2. Fakta yang disimpulkan subyektif,
3. Gaya bahasa konotatif dan populer,
4. Tidak memuat hipotesis,
5. Penyajian dibarengi dengan sejarah,
6. Bersifat imajinatif,
7. Situasi didramatisir,
8. Bersifat persuasif,
9. Tanpa dukungan bukti.

Perbedaan karangan ilmiah dan non-ilmiah :

Karya ilmiah

o   Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif).
o   Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis.
o   Tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah.

Karya Non Ilmiah

o   Karangan non ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif.
o   Bahasanya bisa konkret atau abstrak.
o   Gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.

Kriteria Metode Ilmiah : 

1. Berdasarkan fakta, keterangan-keterangan ataupun penjelasan-penjelasan yang ingin diperoleh dalam hal penelitian, baik yang akan dikumpulkan lalu kemudian dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta serta data yang nyata.

2. Bebas dari Prasangka. Metode ilmiah harus memiliki sifat bebas dari prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan yang subjektif. Menggunakan suatu fakta harus dengan alasan dan bukti yang lengkap serta dengan pembuktian yang objektif.

3. Menggunakan Prinsip Analisa. Dalam memahami serta memberikan arti terhadap fenomena yang sangat kompleks, haruslah menggunakan prinsip analisa. Seluruh masalah harus dicari sebab-musababnya serta cara pemecahannya dengan memakai analisa yang masuk akal.

4. Menggunakan Hipotesa. Dalam metode ilmiah, peneliti itu harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk memecahkan suatu persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang hendak dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran secara tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran sang peneliti.

5. Menggunakan Ukuran Obyektif. Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang memang objektif. Ukuran tidak boleh didapat hanya berdasarkan merasa-rasa atau menuruti hati nurani.

6. Menggunakan Teknik Kuantifikasi. Dalam memperlakukan data ukuran yang besifat kuantitatif yang biasa harus digunakan, kecuali untuk atribut-atribut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus senantiasa digunakan.


7 macam sikap ilmiah :

1. Sikap ingin tahu
2. Sikap kritis
3. Sikap terbuka
4. Sikap objektif
5. Sikap rela menghargai karya orang lain
6. Sikap berani mempertahankan kebenaran
7. Sikap menjangkau ke depan.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam metode ilmiah sebgai berikut

1. Memilih dan mendefinisikan masalah
2. Survey pada data yang tersedia
3.Mempormulasikan hipotesis
4. Membangun kerangka analisis
5. Mengumpulkan data primer
6. Mengolah,menganalisis dan membuat interpretasi (penapsiran)
7. Membuat generelasi atau membuat kesimpulan
8. Membuat laporan dari penelitian


Referensi :
https://firahdite0110.wordpress.com/2014/11/26/karangan/

Nov 4, 2014

DEFINISI SILOGISME, JENIS SILOGISME, DEFINISI GENERALISASI DAN CONTOH PARAGRAF ANALOGI.

SILOGISME
Silogisme adalah merupakan suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Dan silofisme itu di atur dalam dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Kemudian silogisme mempunyai beberapa macam jenisnya, yaitu diantaranya sebagai berikut.
Jenis-jenis silogisme:
1.      Silogisme katagorial 
2.      Silogisme hipotetik 
3.      Silogisme alternatif 
4.      Entimen 
5.      Silogisme disjungtif
Dari berbagai jenis silogisme diatas, memiliki arti yang berbeda, yang pertama yaitu :
1.      Silogisme katagorial
Silogisme ini merupakan silogisme dimana semua proporsinya merupakan katagorial. Kemudian proporsisi yang mengandung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek).
Contoh :
·         semua makhluk hidup pasti mati (premis mayor/premis umum) 
·         koala adalah hewan yang dilindungi (premis minor/premis khusus) 
·         koala pasti akan mati (konklusi/kesimpulan)

2.      Silogisme hipotetik
Yang dimaksud dengan silogisme hipotetik itu adalah suatu argumen/pendapat yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Contoh :
·         Apabila lapar saya makan roti (mayor) 
·         Sekarang lapar (minor) 
·         Saya lapar makan roti (konklusi)

3.      Silogisme alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif itu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.


Contoh :
·         Dimas tinggal di bogor atau surabaya 
·         Dimas tinggal di surabaya . Jadi, dimas tidak tinggal di bogor

4.      Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulannya.
Contoh:
·         Jodi berhak mendapatkan peringkat satu karena dia telah berusaha keras dalam belajar. 
·         Jodi telah berusaha keras dalam belajar, karena itu jodi layak mendapatkan peringkat satu.

5.      Silogisme disjungtif
Silogisme disjungtif merupakan silogisme yang premis mayornya merupakan disjungtif, sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.
Contoh :
·         Devan masuk sekolah atau tidak. (premis 1) 
·         Ternyata devan tidak masuk sekolah. (premis 2) 
·         Ia tidak masuk sekolah. (konklusi).

Generalisasi
Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual (khusus) menuju kesimpulan umum yang mengikat selutuh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki.
Contoh :
·         Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
·         Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Generalisasi : Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:
·         Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.

Macam-macam generalisasi :
a)      Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh : Sensus penduduk
b)      Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh : Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.

Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
·         Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
·         Sampel harus bervariasi.
·         Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

Analogi
Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.  Berikut contoh paragraf analogi.
Contoh Paragraf Analogi :
"Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang membuat seseorang terjatuh. Adapula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya?. Begitu pula menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah seseorang sanggup melaluinya?. Jadi menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya."

Sumber :
http://putrisardyoriza.blog.com/2013/03/27/pengertian-dan-macam-macam-silogisme/
http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/04/03/pengertian-generalisasi/
http://makalahpendidikan.blogdetik.com/contoh-paragraf-analogi/

http://meginugrahawa.blogspot.com/2014/10/definisi-silogisme-jenis-silogisme.html